Aroma Pilkada 2020 Tangerang Selatan di Tengah  Pandemi Covid -19  dan Derita Perekonomian Masyarakat

Insert. Ir.H.R HIDAYAT, MHS, ADC, MI, tokoh Pemuda, dan juga Ketua Harian Bandung Karate Club Kota Tangerang Selatan (Penulis) 

Tangerang Selatan,  viralreporter5.com | Hingar bingar pesta demokrasi jelang Pilkada 2020 Kota Tangerang Selatan redup ketika Covid-19 mewabah di Indonesia termasuk di Kota Tangerang Selatan yang merupakan rumah kita bersama.

Hampir tiga bulan, seluruh elemen masyarakat harus dihadapkan pada masa-masa sulit yang menguji kesabaran,meningkatkan toleransi dalam bentuk kepedulian dan solidaritas dari sisi kemanusian. Kekuatan persatuan bangsa ditengah adanya wabah Corona Virus Disease (COVID-19) lebih menonjol dari pada membicarakan Pilkada 2020 Tangerang Selatan saat ini.

Sejak kasus pertama positif COVID-19 di Indonesia diawal Maret 2020  diumumkan oleh pemerintah, tentunya menguras segala pikiran, kemampuan dan energi untuk mengantipasi penyebaran covid-19 di seluruh wilayah Indonesia.

Adanya penetapan status darurat nasional COVID-19 hingga kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dilakukan untuk menghentikan akselerasi penyebaran virus covid-19 di tengah masyarakat. Demikian halnya di wilayah Kota Tangerang Selatan masyarakatnya harus merasakan dampak dan imbas covid-19 tersebut.

Kepanikan dan rasa cemas tentu mewarnai masyarakat di Indonesia termasuk masyarakat Kota Tangerang Selatan. Dalam kondisi ini, sikap tegas dari pemerintah serta dukungan dari segenap elite dan aktor politik menjadi penting sebagai jalan keluar yang ditunggu masyarakat sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ini harus dijalankan seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.

Disisi perekonomian juga mengalami dampak perubahan yang sangat dirasakan masyarakat akibat dampak virus corona dengan mengikuti aturan kesehatan serta meningkatkan ke waspadaan.

Kota Tangerang Selatan dengan jumlah penduduknya 1,6 juta jiwa, dibawah kepemimpinan Walikota Hj Airin Rahmi Diany,  SH, MH harus berjuang ekstra keras u tuk menghentikan penyebaran virus coroan dan dampak perekonomian di tengah masyarakat.

Penerapan kebijakan yang dijalankan termasuk PSBB, akhirnya berseri dan atau berkelanjutan untuk menanggulangi penyebaran virus corona jelang pelaksanaan new Normal.

Segala upaya dilakukan pemerintah Kota Tangerang Selatan dengan mengajak partisipatif dan peran aktif semua elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap sesama yang intinya menyetop penyebaran virus ini.

Tiga bulan sudah, masyarakat masih dicekam dengan kekuatiran dan rasa resah terhadap wabah virus yang tidak mengenal etnis, ras dan golongan. Bahkan kaya miskin hingga jenjang usia, baik tua muda dan anak – anak tetap memiliki peluang terkana virus Covid-19 ini.

Memasuki bulan Juni 2020, pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan program”New Normaal”, tujuannya agar roda perekonomian berjalan kembali normal dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Tetapi, politik tetaplah politik,  ketika ada peluang sekecil apapun harus dipergunakan sebaik-baiknya. Aroma politik  Pilkada 2020 Kota Tangerang Selatan yang sempat vakum saat mewabahnya virus corona, ternyata kembali mencuat ke permukaan.  Ternyata wabah Covid-19 ini tidak bebas dari drama politik yang sarat dengan tarik menarik kepentingan. Meskipun dikemas, ditata sedemikian rapi, ternyata terendus juga aroma nuansa politisnya.

Dengan kondisi masyarakat yang masih dibayangi kekuatiran wabah covid-19, tetapi fakta yang terjadi justru menunjukkan hal yang berseberangan. Situasi dan kondisi ini jelas dapat membingungkan dan mengacaukan solidaritas masyarakat yang sedang berjuang bersama – sama mengatasi musibah ini. Lebih jauh, aroma Pilkada justru dapat menurunkan tingkat kepercayaan publik.

Politik memang berbicara tentang kekuasaan, namun dalam momentum tertentu dari sisi kemanusiaan seharusnya berada di atas kekuasaan itu sendiri dan segala atributnya. Ambisi elektoral ini wajar menjadi salah satu hal yang dapat melatarbelakangi akan selalu mencari investasi politik terbaik untuk mempertahankan simpati dan memikat hati meskipun adanya penjelasan bahwa pelaksanaan Pilkada 2020 diundurkan pelaksanaannya.

Selain berlomba untuk saling menunjukkan siapa yang terbaik dari masing-masing pihak semua bertujuan untuk mengamankan posisinya. Sebenarnya, belumlah tepat waktunya karena akan menjadi sorotan publik ditengah terpaan wabah covid-19.

Di tengah situasi sitting duck ( terdiam) dan terpojok akibat pandemi COVID-19 saat ini, tentunya masyarakat tidak mengharapkan  ini menjadi panggung marketing politik bagi para kandidat.  Situasi ini seharusnya menjadi ajang bagi para kandidat untuk lebih banyak berbuat sosial dengan tingkat kepedulian yang sesungguhnya ditengah kuatnya imbas yang dirasakan masyarakat.

Sebenarnya publik (masyarakat) Tangerang Selatan menunggu sikap yang elegan tanpa dibumbui aroma politik praktis. Dalam kondisi dan situasi saat ini yang diharapkan dan ditunggu masyarakat adanya solusi atas kondisi perekonomian masyarakat, artinya terjadinya perubahan perkonomian yang lebih baik dan stabil.

Tidak tepat rasanya apabila menjadi pihak yang menggemakan noise di tengah penanggulangan wabah ini dengan mengambil keuntungan investasi elektoral saat wabah menerpa masyarkaat.

Memang benar adanya, dan tidak dapat kita pungkiri meskipun sedikit terlambat, para kandidat telah turut andil dalam penanganan wabah ini dengan membantu pengadaan dan distribusi logistik serta alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat lainnya. Berbagai bentuk bantuan tersalurkan ke masyarakat meskipun tidak dapat kita pungkiri belum terjadi pemerataan.

Namun, berkaitan dengan akurasi data penerima bantuan terutama di Kota Tangerang Selatan, lebih elegan jika pemerintah daerah dan partai politik dapat melakukan peran yang lebih jauh sesuai harapan masyarakat yang sesungguhnya.

Seperti yang diketahui, partai politik memiliki beberapa fungsi tetapi sering kali perhatian publik hanya terpaku pada fungsi-fungsi partai berkaitan dengan mekanisme elektoral semata, seperti fungsi rekrutmen politik, komunikasi politik, dan sosialisasi politik.

Sesungguhnya partai politik juga memiliki fungsi sekaligus berkewajiban untuk dapat melakukan kontrol terhadap pemerintahan, dimasa seperti inilah partai dituntut untuk dapat muncul di hadapan publik sebagai pihak yang menjembatani kepentingan masyarakat, menyampaikannya kepada pemerintah untuk kepentingan masyarakat.

Fungsi demikian perlu diaktualisasikan oleh partai agar dapat menciptakan rasa tenang dan aman bagi masyarakat yang hampir seluruhnya terdampak bencana non alam yang bernama COVID-19 khsususnya di Kota Tangerang Selatan.

Fungsi partai politik sebagai pihak yang melakukan kontrol terhadap pemerintah perlu membantu mengingatkan dan meluruskan sehingga masyarakat mendapatkan manfaatnya. Kehadiran sebagai wakil dari masyarakat yang mengontrol kinerja pemerintah agar tidak merugikan masyarakat. Pengawasan atas implementasi kebijakan yang dihasilkan juga menjadi tanggung jawab partai politik yang tidak boleh dilupakan.

Selain itu, tidak dapat dipungkiri bahwa simpang siur dan ketidakjelasan dalam penyaluran bantuan dapat memicu kegaduhan di tataran masyarakat.

Menghindari hal tersebut,  tentunya bisa dilakukan dengan pengaturan terencana dan terintegrasi agar sampai kepada masyarakat  yang berhak secara merata dan keseluruhan. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi penurunan soliditas dan solidaritas di antara masyarakat.  Kedepankan kepentingan kemanusiaan dan keselamatan masyarakat, sehingga masyarakat tidak terbelah, rasa aman dan nyaman tercipta di masyarakat.

Mari bersama kita saling bahu – membahu dari semua elemen membantu dalam penanganan COVID-19. (vr5/* Lingga)

Check Also

Dirbinmas Bersama Kasubdit Bin Polmas PMJ Pantau Wilayah Pademangan Jakarta Utara

Jakarta Utara, viralreporter5.com | Kegiatan rutin Dirbinmas dan Kasubdit Bin Polmas, dengan melakukan pemantauan Kampung …