Home / Polri / Dilema Penerima PKH dan Pendamping PKH Saat Jalankan Tugas Mulia

Dilema Penerima PKH dan Pendamping PKH Saat Jalankan Tugas Mulia

Tangerang Selatan,  viralreporter5.com |
Bicara PKH jelas berbicara masyarakat yang tidak mampu yang mendapatkan bantuan dari pemerintah. Dalam pelaksanaan penyaluran PKH seringkali menjadi batu sandungan bagi pendamping PKH yang harus menyikapi dengan bijak.

Kekurang pahaman warga penerima PKH, menjadi  tanggung jawab pendamping untuk memberikan penjelasan yang konkret sehingga tidak menjadi masalah dikemudian hari. Dengan prinsip keterbukaan dan transparansi adalah hal yang utama dalam penyaluran dana tunai dan non tunai kepada pihak penerima PKH.

Menyikapi apa yang mencuat dalam pemberitaan terkait pasangan suami istri bernama Ujang Pendi (60) dan istrinya Tini Lilis (50) di Kelurahan Setu yang tidak menerima PKH  baik dana tunai dan non tunai karena ATM hilang, hingga kutipan 50 ribu yang diduga dilakukan oknum pemdamping PKH di wilayah kelurahan Setu,  Kota Tangerang Selatan disikapi langsung oleh J Sarbini, SH.M.Si selaku Kepala bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan, kepada media,  Senin (08/06’20).

“Kita menyadari bahwa tidak semua warga penerima PKH memahami alur dan proses  pergantian  ATM  yang hilang,  rusak dan lain sebagainya. Namun kita menyadari, keterbatasan pemahaman tersebut disikapi dengan bijak.  Dan itu memang sudah tugas kita termasuk para pendamping PKH di setiap wilayahnya. “jelas H Sarbini.

Disampaikan H Sarbini , disinilah perlu peran aktif para pendamping untuk membantu dan menjelaska kepada warga secara terbuka. Jangan pernah bosan untuk sosialisasi kepada warga penerima, agar tidak timbul kesalah pahaman dan  atau salah informasi.

Terkait permasalahan warga penerima PKH yang ada di dalam pemberitaan,  saya menyampaikan bahwa benar warga penerima PKH  itu l,  ATMnya hilang. Tetapi oleh pihak pendamiping segera diurus untuk membuat ATM baru,  karena kita mengkuatirkan ATM yang hilang tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga :   Dandim 0506/Tgr Lakukan Pengamanan Kunker Menteri Perhubungan

Kasihan khan, warga yang sebelumnya menerima bantuan dari pemerintah,  tidak menerima bantuan lagi sedangkan kondisi ekonomi warga penerima PKH itu, di data kita layak untuk menerima bantuan tersebut “tuturnya.

Alhamdulillah,  pengurusan ATM warga yang hilang tersebut , diganti dengan ATM baru.  Nah permaslahan yang ada adalah,  untuk pencairan dana tunai,  warga tersebut tidak ada kendala,  tetapi untuk bantuan non tunai biasa disebut e-walet memang sudah kita laporkan tetapi kebijakan bukan di kita.”jelasnya.

Kita susah ajukan pelaporan pusat saat itu,dan Kita menunggu proses realisasinya. Bahkan setiap bulan saat pelapora, Kita selalu menyampaikan dan menanyakan perkembangan e walet warga tersebut. “ungkap H Sarbini.

Saat ini, data yang kita miliki yang turun  ada nama warga tersebut untuk menerima dana tunai, sedangkan non tunai (sembako)  tidak ada.  Tetapi kita tetap harus bijaksana, apalagi ditengah pandemik corona saat ini. Kita memberikan sembako, memang tidak selengkap warga penerima PKH lainnya yang ada datanya.

Saat ditanya adakah perbedaan pengurusan antara dana tunai dan non tunai. Dalam satu kartu teraebut.  Hal ini dijelaskannya,  untuk penggantian kartu ATM yang hilang, proses dana tunai lebih cepat dibandingkan non tunai.  Sedangkan non tunai,  karena bentuknya nanti sembako, ada jalur lain yang harus memverifikasinya.  Namun, usaha dan upayantetap kita lakukan  dan tidak diam. Kita tetap difollow up setiap pelaporan untuk menanyakan perkembangan.

Baca juga :   Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan di Kalangan Masyarakat

Saya jelaskan, untuk penerima PKH  memang ada warga yang duanya menerima, baik dana tunai dan non tunai.  Tetapi ada juga penerima hanya menerima sembako tetapi dana tunai tidak menerima lagi atau sebaliknya.  Semua tergantung dari penilaian kondisi ekonomi para penerima bantunan.

Untuk warga ini,K dia adalah warga pemrima PKH untuk dana tunai dan non tunai, tetapi karena ATM nya hilang, akhirnya dana tunai tetap cair, yang belum didapatnya bantuan non tunai. Tetapi selama ini, kta tetap upayakan agar tetap menerima bantuan dana tunai dan non tunai.  Kita hanya bisa follow up dan bukan sebagai pengambil kebijakan.  Pada prinsipnya, Kami tetap berupaya terlebih saat melakukan pelaporan. Hal itu selaku kita pertanyakan. Jadi tidak ada kata pembiaran.

“Kita juga menunggu. Kalau pun turun  dan nama penerima tersebut ada, tentu kita tidak akan menahan hak penerima PKH  tersebut. “jelasnya.

Untuk pendamping PKH, mereka hanya sebatas pelaksana yang berinteraksi langsung dengan seluruh warga penerima PKH diwilayahnya. Kami juga minta laporan terinci usai interaksi dilapangan. ‘tegasnya.

Hal ini kita klarifikasi, agar semua pihak dapat memahami dan menarik satu kesimpulan, bagaimana prosedur yang sesungguhnya.

Sementara itu, Evan pendamping PKH menjelaskan bahwa  hak warga tetap diterimanya seperti pencairan dana tunai.  Kalau dibilang ATM hilang, itu benar.  Tetapi kita segera membantu dan memproses untuk mengurus ATM yang hilang tersebut. Dan  ATM tersebut sebenarnya suda diganti dan warga penerima  PKH sudah mencairkan dana tunai sesuai laporan yang kami miliki.

Baca juga :   Babinsa Koramil-05/Cilincing Adakan Kegiatan Penyemprotan Desinfektan Bersama PPSU dan Warga RW 07

Ini membuktikan bahwa Kami tetap mendukung dan membantu warga terutama yang terdaftar di data penerima PKH apapun itu bentuk bantuannya. Kalau memang ada namanya yang diturunkan dari pusat, segera kita serahkan kepada yang berhak dalam hal ini adalah penerima PKH.

Evan juga membenarkan,  bahwa warga penerima PKH ada menrima dana tunai, sedangkan untik sembako memang todak ada datanya selaku pemrima.  Tetapi, karena kita mengetahui warga tersebut adalah penrima PKH yang sebelum hilang ATM nya menrima dana tunai dan non tunai (sembako),  kami tetap memberikan tetapi tidak lengkap seperti penerima PkH lainnya yang ada datanya mengingat
7oterimanya karena todak ada kondisi ekonomi penerima PKH tersebut. Kita tetap memberikan dan menyisihkan bantuan sembako kepadanya,”ungkap Evan.

Saat ditanya terkait kutipan 50 ribu tersebut,  Evan menegaskan bahwa sama sekali saya tidak melakukan kutipan tersebut. Selama saya menjadi pendamping PKH, saya menyadari ini adalah kerjaan bersifat sosial untukembantu terhadap sesama.

“Bagaimana saya meminta 50 ribu terhada warga penerima PKH sedangkan saya tahu kondisi ekonominya perlu dibantu. Selain itu kartu ATM ada ditangan penerima, “tanya  Evan balik.

Insya Allah,  apa yang saya kerjakan semata mata untuk sosial dan kemaslatan warga dan tidak ada niat sedikitpun untuk mengambil hak orang lain yang bukan milik saya.  Saya hanya bertugas sebagai pendamping PKH,  dan tidak memiliki kuasa untuk mengambil kebijakan dan keputusan yang bukan ranah saya. “terangnya.  (vr5’* Lingga)

About admin

Check Also

Dalam Peringatan Hari Pendidikan Nasional, Satgas Yonif 403/WP Bersama Masyarakat Bersihkan dan Rapihkan Lingkungan Sekolah di Perbatasan Papua

Viralreporter5.com, Keerom – Dalam rangka peringatan hari pendidikan nasional, Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista Pos Kalimo …