Dindikbud Tangsel Lounching “Sidagar”. Walikota Airin : Saya Tidak Bicara 4.0, Mari Kita Bicara 5.0, Itu Yang Terpenting

VIRALREPORTER5.COM, TANGERANG SELATAN | Seiring berkembangnya Teknologi Informasi dan telekomunikasi serta mewujudkan kemudahan informasi tersebut, Dindikbud Tangsel me-lounching “Sidagar” atau Sistim Informasi Data Sanggar bertempat di Resto Kampoeng Anggrek, diikuti lebih kurang 100 perwakilan sanggar/padepokan se Tangerang Selatan, Kamis (27/11/19).

Dalam sambutannya, Walikota Tangsel Airin Rahmi Diany menyampaikan, Saya melihat banyak potensi yang sangat luar biasa dari para pelaku seni budaya di Kota Tangerang Selatan.

Pahami betul apa arti budaya sehingga kita akan tahu bagaimana membuat program dan kegiatan.  Dan saya tahu persis bagaimana pelaku seni budaya ada di Tangerang Selatan. Proses pembangunan dan penataan kota, ada dan sedang dilakukan tangsel yang berusia 11 tahun,  bagaimana motto Cerdas, Modren, Religius.

Tetapi kita jangan lupa, kita harus tahu dengan kearifan lokal, dengan budaya yang kita miliki.  Moderen bukan melambangkan sebuah bangunan yang besar, melambangkan infrastruktur yang megah, tetapi lebih kepada hal moderen dalam arti pemikiran yang kita lakukan hari ini untuk berpikir dimasa yang akan datang.  Itu yang saya cerna. “kata Airin.

Delapan tahun saya menjadi walikota, saya mendefinisikan cerdas menurut saya seperti apa sih kota dan masyarakat tangselnya? Modren seperti apa sih model untuk masyarakat dan kotanya, dan religius seperti apa untuk masyarakat dan kotanya.”tanya Airin

Dan pasti akan terus berkembang dengan dinamika dan sistim kondisi dari jaman ke jaman. Kita tahu hari ini dengan era teknologi industri 4.0.
Tetapi saya sekarang tidak lagi berbicara tentang 4.0 bahkan yang akan saya lakukan mulai minggu depan, mari kita bicara tentang 5.0, karena itulah yang paling penting, sehingga kita tidak salah kaprah mengamini 4.0 milenial yang lain seperti apa. Tetapi bagaimana kita mendefinisikan 5.0. Saya sendiri masih belajar dan terus mempelajari apa itu arti 5.0 ternyata kembali ke masa diri kita, budaya, kesenian, adat istiadat dan prilaku. Ternyata itu yang paling penting. Karena itu kepada pelaku seni budaya yang akan mewarnai 5.0.”ujar Airin.

Sekarang orang sibuk dengan teknologi digitalisasi, aplikasi dan lainnya, tetapi suatu saat dititik tertentu tidak lagi online tetapi yang dibutuhkan adalah komunikasi. Betapa kita kangen disaat lebaran kita saling bersilaturahmi dengan bersalaman satu dengan lainnya.

“Feeling saya kedepan, sepuluh atau duapuluh tahun kedepan, akan muncul 5.0 ini”ujarnya.

Bagaimana negara maju seperti Jepang yang menyampaikan 5.0, budaya tetap mereka pertahankan,  teknologi tetap cangggih dan juga mereka maju kedepan dengan penemuan teknologi tetapi budaya tetap mereka pertahankan. Itulah harapan saya di tangsel.

Harapan saya kedepan, tangsel bisa seperti negara jepang yang teknologi luar biasa dengan penemuannya tetapi masyarakatnya tetap manut dengan adat budaya yang mereka yakini.

Jadi sekali lagi, saya berharap Dindikbud Tangsel dapat melakukan pembinaan, berikan dan ayomi para pelaku seni budaya yang memiliki kompetensi dan kemampuannya masing masing. Memang orang jiwa seni itu beda. Seperti sebuah lukisan,  jika orang yang berjiwa seni akan mengerti dan memahaninya.  Tetapi bagi orang yang tidak berjiwa seni pasti tidak mudah memahami.  Jika kita pahami, cermati dan perhatikan maka lukisan itu memiliki seni yang sangat luar biasa.

Lakukan secara maksimal,  pembinaan dan pengayoman, terhadap pelaku seni dan budaya. Mari hari ini kita ngobrol dan berdiskusi yang terpenting pendataan sehingga kita bisa tahu ada berapa banyak pelaku seni dan budaya di kota tangsel. Saya yakin diantara kelompok seni budaya  yang satu dengan lainnya cara pendekatan dan pembinaanya saling berbeda dan tidak mungkin diseragamkan terutama di seni dan budaya.

Oleh karena itu, harapan saya meskipun tidak dapat memuaskan semua para pelaku seni budaya tetapi kami akan terus berupaya melakukan perubahan, perbaikan untuk bisa lebih baik lagi kedepan untuk Kota Tangerang Selatan.”kata Airin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel Taryono, menyampaikan, Kota Tangerang Selatan memiliki banyak sanggar/padepokan seni budaya. Karena itu, keberadaan sanggar budaya merupakan ujung tombak dalam upaya pengembangan dan pelestarian seni dan budaya khususnya di Kota Tangerang Selatan.

“Ada banyak sanggar seni dan budaya di tangsel, namun belum terdata dengan baik. Nah melalui “SIDAGAR”, sanggar-sanggar seni dan budaya itu akan teregistrasi. Ini penting bagi Dindikbud kedepannya dalam menentukan program dan kegiatan selanjutnya,”jelas Taryono.

Diharapan melalui Sidagar memudahkan pendataan dan akses informasi sehingga masyarakat bisa mengetahui letak sanggar seni, lengkap dengan profil, serta prestasinya.  (VR5/*)

Check Also

Cegah Covid-19, Prajurit Kodim 0105/Abar Laksanakan Jogging

Aceh Barat, viralreporter5.com | Untuk meningkatkan imunitas dan kekebalan tubuh dalam rangka menghindari penyebaran virus …