oleh

Perkuat Sinergi Pemasyarakatan Dan Bareskrim Polri, Berantas Peredaran Gelap Narkoba di Lapas Dan Rutan

-Hukrim, Polri-107 views

Jakarta, VIRALREPORTER5.COM – Salah satu agenda utama Pemasyarakatan adalah pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Lapas dan Rutan.

Pemasyarakatan bersinergi dengan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), sepanjang tahun 2021, berhasil menggagalkan 148 upaya penyelundupan narkoba ke dalam lembaga Permasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu, Pemasyarakatan dan Bareskrim Polri juga bekerjasama memindahkan narapidana kategori bandar narkoba ke lapas super maxsimum security di Pulau Nusakambangan dengan penerapan sistem one man one cell.

Pemindahan dilakukan untuk mencegah peredaran gelap narkoba dari lapas/rutan dan mencegah pengaruh buruk bandar narkoba terhadap narapidana lainnya.

Sepanjang 2021, setidaknya 215 bandar narkoba dipindahkan ke Nusakambangan yang berasal dari wilayah, seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Aceh, Sumatera Selatan, Lampung, Riau, Jambi, Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku, Papua, hingga Papua Barat.

Upaya mencegah peredaran gelap narkoba oleh Pemasyarakatan tak berhenti tetapi terus mempelajari dan mengamati berbagai modus penyelundupan yang mungkin digunakan.

Terhadap Petugas pun diberikan pelatihan dalam pelaksanaan pengawasan dan peningkatan kewaspadaan untuk mencegah masuknya barang haram ke lapas dan rutan.

Komitmen penuh ditunjukkan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Lapas dan rutan untuk berlomba-lomba mendeklarasikan diri untuk Zero Halinar (Bersih dari Hape, Pungli, dan Narkoba) dengan semboyan ‘Bersinar’ atau Bersih dari Narkoba terus digaungkan.

Sebagai bentuk komitmen terhadap semboyan tersebut, tetap dilaksanakan kegiatan razia gabungan melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan aparat penegak hukum setempat.

Juga melakukan pemeriksaan urine rutin kepada warga binaan termasuk petugas untuk memastikan lapas/rutan bersih dari narkoba.

Koordinator Hubungan Masyarakat dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti, Senin (10/02/2022) mengatakan, berbagai upaya dilakukan untuk mendukung program nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Seperti disampaikan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga, kata Rika Aprianti bahwa Dirjen Pemasyarakatan dengan tegas menginstruksikan jajaran Pemasyarakatan melaksanakan “3+1”, yaitu Tiga Kunci Pemasyarakatan Maju dan Back to Basics.

Tiga Kunci Pemasyarakatan Maju, yaitu, • Deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban,
• Pemberantasan peredaran gelap narkoba, dan
• Sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya.

” Inilah yang menjadi senjata utama Pemasyarakatan dalam memerangi narkoba. Ditambah dengan Back to Basics, mengembalikan tugas dan fungsi Pemasyarakatan sebagaimana mestinya,” tutup Rika. (@2022)