Satgas Yonif 142 Gagalkan Penyelundupan 43 Dus Tembakau di Perbatasan RI-RDTL

VIRALREPORTER5.COM, NTT. | Berkomitmen membuktikan keseriusan untuk menggagalkan segala bentuk upaya penyelundupan barang-barang ilegal di Wilayah Perbatasan (Wiltas), Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ berhasil mengamankan 43 dus tembakau yang akan dikirim ke Timor Leste.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ, Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M., dalam rilis tertulisnya di Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (11/11/2019).

Diungkapkan Dansatgas, penggagalan penyelundupan ini sendiri diawali dari informasi warga masyarakat tentang adanya 43 dus tembakau tanpa dilengkapi dokumen resmi yang dibawa dari Atambua menuju Atapupu dan akan diselundupkan ke Negara Timor Leste melalui jalur laut.

Baca juga :   Peltu Agus Supriyanto Lakukan Pengecekan Ketersedian Stok Logistik

“Menindaklanjuti info tersebut, pada Minggu (10/11/2019), Pasi Intel Satgas (Lettu Inf Mairi Hendra) bersama beberapa personel Pos Motaain memastikan kebenarannya,” ujarnya.

“Dan ternyata betul, upaya penyeludupan tembakau bermerk “Shag” ini tidak dilengkapi dokumen resmi,” jelas Dansatgas.

Dari hasil penyelidikan lanjut Ikhsanudin, sebelumnya tembakau ini disimpan di sebuah gubuk yang berada dipinggir laut milik Vinsensius Asa (45) yang merupakan petani di Dusun Fatukmetan, Desa Kenebibi, Kec. Kakuluk Mesak.

Baca juga :   Sambangi Dayah Al-Inabah Manggie, Ini Pesan KASREM 012/TU

“Setelah mendapat ijin dari Yulius Mener (49) Ketua RT setempat, selanjutnya Vinsensius Asa kami bawa ke Pos Motaain untuk dimintai keterangan,” terangnya lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan tambah Ikhsanudin, diketahui bahwa barang tersebut merupakan titipan dari HL melalui handphone kepada Vinsensius Asa untuk disimpan di pondok miliknya, dan pada saat menurunkan barang dari kendaraan, dirinya diberi upah sebesar Rp. 50.000,-.

“Vinsensius menuturkan bahwa tembakau tersebut akan dikirim Timor Leste melalui jalur laut, dan pengiriman sendiri akan dilaksanakan menunggu air laut pasang, biasanya dilakukan pada malam hari,” tutur Ikhsanudin.

Baca juga :   Gelar Sosialisasi dan Tes Urine, Danrem 081/DSJ : Narkoba Musuh Bangsa

Berkat penemuan ini, dirinya pun memerintahkan kepada seluruh pos di jajarannya agar meningkatkan hubungan baik, dan bekerja sama dengan warga masyarakat serta instansi yang ada di wilayah dalam pemberantasan kegiatan penyelundupan.

“Lakukan sosialisasi dan penyuluhan hukum agar warga masyarakat tidak dijadikan perantara oleh pihak tertentu dalam melaksanakan kegiatan ilegal untuk mendapatkan keuntungan pribadi,” pungkasnya. (vr5/*)

Check Also

PT Kawan Lama Mendonasikan Perlengkapan Kebutuhan Operasional Wisma Pademangan

Viralreporter5.com, Jakarta Utara –  Jumlah pasien Covid-19 setiap harinya bertambah. Sebagai wujud dukungan terhadap aksi …